HUJUB dan Macam-macamnya

Hujub artinya terhalangnya ahli waris dari mendapatkan warisan baik seluruhnya atau sebagian.

Sebab terhalangnya waris ada dua:

  1. Sifat, yaitu ahli waris terhalang karena adanya salah satu dari tiga penghalang: perbudakan, pembunuhan, dan perbedaan agama.
  2. Orang, yaitu ahli waris terhalang oleh ahli waris lain, yaitu:
    • Hujub Hirman, yaitu terhalang dari warisan seluruhnya.
    • Hujub Nuqsan, yaitu berkurang jatah warisannya karena (1) izdiham, bersekutu dalam warisan dan (2) intiqal, berpindah dari bagian yang besar ke bagian yang kecil, seperti suami dari setengah menjadi seperempat apabila ada anak.

Kaidah-Kaidah Penting

Kaidah Pertama: furu’ tidak ada yang dapat menghalanginya kecuali furu’ lagi. Continue reading “HUJUB dan Macam-macamnya”

Pembagian Waris untuk Ahli Fardlu dan Syarat-Syaratnya

Ahli fardlu yang berhak mendapat setengah (½) ada lima, yaitu:

1. زوج – syaratnya hanya satu, yaitu apabila tidak ada anak (ابن atau بنت dan seterusnya).

2. بنت – syaratnya dua:

  • Dia sendirian.
  • Tidak ada ابن.

3. بنت ابن – syaratnya tiga: Continue reading “Pembagian Waris untuk Ahli Fardlu dan Syarat-Syaratnya”

Macam-Macam Ahli Ta’shib (Ashabah)

Ahli Ta’shib atau ashabah terbagi menjadi 3 macam:

Pertama: ashabah binafsihi yaitu ahli waris yang menjadi ashabah dengan sendirinya tanpa disebabkan adanya orang lain, dan jumlah mereka ada 14, yaitu:

  1.  ابن – Anak kandung laki-laki
  2. ابن ابن – Cucu laki-laki dari keturunan anak laki-laki dan seterusnya kebawah
  3. أب – Bapak
  4. أبو ألأب – Kakek (dari bapak)
  5. أخ شقيف – Saudara laki-laki sekandung
  6. أخ لأب – Saudara laki-laki sebapak Continue reading “Macam-Macam Ahli Ta’shib (Ashabah)”

Macam-Macam Ahli Waris

Ahli waris ada dua macam, yaitu:

1. Ahli Fardlu, yaitu ahli waris yang mendapatkan warisan dengan ketentuan yang disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu ½, , ¼, ⅛, 1/6, 1/8, dan 2/3.

2. Ahli Ta’shib (ashabah), yaitu ahli waris yang mendapatkan sisa warisan dari ahli fardlu bila ada sisa, jika tidak ada sisa maka ia tidak mendapatkan apa-apa.

Terdapat empat keadaan dari macam ahli waris tersebut dilihat dari fardlu dan ta’shib-nya, berikut ini adalah penjelasannya:

Continue reading “Macam-Macam Ahli Waris”