SHALAT (الصلاة)

Definisi

  • Lughoh: Do’a
  • Istilah: yaitu perkatan/ucapan/bacaan dan perbuatan/gerakan yang dibuka dengan takbiratul ihram dan ditutup dengan salam.

Dalil Perintah Shalat

  1. Al-Baqarah: 3
    • ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ
  2. Al-Baqarah: 43
    • وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٲكِعِينَ
  3. An-Nisa’: 42
    • يَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَعَصَوُاْ ٱلرَّسُولَ لَوۡ تُسَوَّىٰ بِہِمُ ٱلۡأَرۡضُ وَلَا يَكۡتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثً۬ا
  4. Al-Maidah: 58
    • يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٲمِينَ لِلَّهِ شُہَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِ‌ۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّڪُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْ‌ۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Urgensi Shalat

  1. Shalat adalah rukun Islam dan Tiang Utamanya.
  2. Shalat adalah syariat para Nabi.
  3. Shalat adalah sarana komunikasi dengan Allah subhaanahu wata’aala.
  4. Shalat adalah perisai manusia dari perbuatan keji dan mungkar.
  5. Shalat adalah pembatas antara Islam dan Kafir-nya seseorang.
  6. Shalat adalah wadah efektif bagi seseorang menuju kesempurnaan.
  7. Shalat adalah ibadah yang memiliki ganjaran besar.

Memahami Shalat Khusyu’

  • Lughoh: yaitu al-khudhu’ dan at-tho’ah.
  • Istilah: yaitu ketundukan murni dalam hati seseorang terhadap perintah Allah subhaanahu wata’aala untuk mengerjakan shalat.
  • Shalat khusyu’ tidak diartikan berkonsentrasi penuh tanpa merasakan apapun yang terjadi disekitar kita, karena bertentangan dengan dalil-dalil syar’i.

Cara Shalat Khusyu’

  1. Memurnikan dan mengikhlashkan niat hanya untuk Allah subhaanahu wata’aala semata.
  2. Bersuci dengan sempurna.
  3. Ittibaa’ur Rasul.
  4. Menjauhi perbuatan bid’ah dalam shalat.
  5. Merapatkan shaf dalam berjama’ah.
  6. Selalu melaksanakan dengan berjama’ah.
  7. Meninggalkan beban pikiran saat akan shalat.

Fadhilah dan Rahasia Shalat

  1. Sebagai sarana menjalin hubungan dengan Allah subhaanahu wata’aala.
  2. Mampu memberikan kekuatan jiwa dan ketenangan bathin.
  3. Memberikan latihan dalam disiplin waktu dalam kehidupan.
  4. Dapat menumbuhkan akhlaq yang jujur dan amanah.
  5. Ritual yang membedakan antara muslim dan kafir.

Syarat Wajib Shalat

  1. Beragama Islam.
  2. Baligh.
  3. Berakal sehat.

Syarat Sahnya Shalat

  1. Suci dari hadats kecil dan besar.
  2. Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis (khobats).
  3. Mengetahui dan meyakini masuknya waktu shalat.
  4. Menutup aurat dari penglihatan mata.
  5. Istiqbal kiblat.

Rukun dan Wajib dalam Sholat

  1. Niat.
  2. Berdiri wajib bagi yang mampu.
  3. Takbiratul ihram.
  4. Membaca Al-Fatihah dengan lengkap.
  5. Ruku’.
  6. I’tidal.
  7. Sujud dua kali dalam satu raka’at.
  8. Duduk antara dua sujud.
  9. Duduk tawarruk.
  10. Membaca shalawat dalam tasyahud akhir.
  11. Mengucapkan salam.
  12. Thuma’ninah.
  13. Tertib.

Sunnat dalam Shalat

  1. Takbiratul intiqal.
  2. Mengangkat kedua tangan pada saat takbir.
  3. Musyarakatul imam saat takbir.
  4. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri.
  5. Membaca do’a iftitah.
  6. Membaca isti’azah sebelum membaca Al-Qur’an.
  7. Membaca ayat setelah fatihah.
  8. Mengucapkan “aamiin”.
  9. Melakukan jahr dan sirr pada tempatnya.
  10. Merenggangkan telapak kaki sekitar satu jengkal.
  11. Tasmi’ (sami’allahu liman hamidah).
  12. Tahmid (robbana walakal hamdu).
  13. Tasbih saat ruku’ dan sujud.
  14. Meletakkan telapak tangan pada lutut saat ruku’.
  15. Meletakkan pandangan ke tempat sujud.
  16. Menjauhkan perut dengan paha pada saat sujud.
  17. Berdo’a saat sujud.
  18. Do’a antara dua sujud.
  19. Tasyahud pertama.
  20. Duduk iftirasy.
  21. Berusaha untuk khusyu’ dan konsentrasi.
  22. Meletakkan telapak tangan di atas paha saat duduk.
  23. Menengok ke kanan dan ke kiri saat salam.
  24. Meletakkan suthroh.

Makruh dalam Shalat

  1. Meninggalkan salah satu dari Sunnat shalat.
  2. Mengulang satu surat dalam satu atau dua raka’at.
  3. Membaca surat menyalahi urutan dalam Al-Qur’an.
  4. Melakukan pekerjaan sia-sia walaupun sedikit.
  5. Memejamkan mata.
  6. Mengarahkan pandangan ke langit.
  7. Melakukan jahr saat sirr dan sebaliknya.
  8. Memakai pakaian yang bergambar.
  9. Bersujud dengan lengan.
  10. Al-Idthiba’ (membiarkan bahu kanan terlihat ketika berpakaian ihram).

Pembatal Shalat

  1. Dikerjakan tidak pada waktu yang disyariatkan.
  2. Tidak suci dari najis.
  3. Tidak menutup aurat sesuai syari’at.
  4. Tidak menghadap kiblat dalam kondisi normal.

Hukum Shalat Berjama’ah

  • Jumhur ulama: Sunnah mua’kadah.
    • Hadits Ibnu Mas’ud: Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa yang ingin menemui Allah azza wa jalla esok dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia memperhatikan dan menjaga shalat jama’ah lima waktu”.
  • Hanafi: Wajib.
    • Hadits tentang Nabi صلی الله عليه وسلم ingin membakar rumah yang penghuninya tidak mau shalat berjama’ah.
    • Shalat jama’ah selalu dilakukan Nabi صلی الله عليه وسلم walaupun saat perang.

Keutamaan Shalat Berjama’ah

  1. Pahalanya lebih tingga 27 atau 25 derajat.
  2. Mempererat ukhuwah islamiyah sesama muslim.
  3. Menggugurkan dosa-dosa.
  4. Kunci kebersamaan hidup bermasyarakat.
This entry was posted in Fiqih. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>