QADHA, JAMA’, dan QASHAR

Definisi Qadha

  • Lughoh: diantaranya yaitu memutuskan dan mengganti.
  • Istilah: yaitu mengerjakan shalat diluar waktu yang telah disyari’atkan.

Dalil Qadha

  • HR An-Nasai dan At-Tirmidzi dari Abu Qotadah yaitu mengenai shalatnya orang yang tertidur dan terlupa adalah saat ia sadar dan ingat.
  • Hadits dari Anas bin Malik: “Siapa saja yang tertidur atau terlupa dari shalat maka hendaklah ia mengerjakannya ketika sadar atau ingat”, HR Bukhari Muslim.
  • Shalat yang belum dikerjakan dengan tidak sengaja adalah utang kepada Allah subhahaanahu wata’aala dan utang tersebut jauh lebih wajib untuk ditunaikan (HR Bukhari dan Nasai dari Ibnu Abbas).

Sebab Bolehnya Qadha Shalat

  1. Tertidur.
  2. Pingsan selama kurang dari 5 waktu shalat dan tidak wajib jika lebih (Hanafi, Maliki, Syafi’i).
  3. Terlupa bukan karena permainan.
  4. Kesibukan yang sensitif dan mengandung bahaya (darurat).

Definis Jama’ Shalat

  • Lughoh: yaitu mengumpulkan, menggabungkan, atau menumpuk.
  • Istilah: yaitu menggabungkan dua waktu shalat menjadi satu dengan niat baik taqdim atau taqhir.

Dalil Jama’ Shalat

  1. Jama’ Taqdim: hadits Mu’adz bin Jabal ketika Nabi صلی الله عليه وسلم menjama’ taqdim shalat Isya kepada Maghrib saat perang Tabuk.
  2. Jama’ Takhir: hadits Anas bin Malik yaitu kebiasaan Nabi صلی الله عليه وسلم dikala safar apabila bertolak sebelum dzhuhur maka dilaksanakan jama’ takhir di waktu ashar.
  3. Shalat Nabi صلی الله عليه وسلم ketika di Arafah (Jama’ Taqdim) dan di Muzdalifah (Jama’ Takhir).

Sebab Bolehnya Jama’ Shalat

  1. Safar.
  2. Hujan dan banjir.
  3. Sakit parah.
  4. Berada di Arafah dan Muzdalifah saat haji.
  5. Kesibukan yang mendesak dan menghawatirkan.

Definisi Qashar Shalat

  • Lughoh: yaitu pendek, singkat, terbatas.
  • Istilah: yaitu shalat yang dikurangi jumlah rakaatnya (khusus untuk Dzhuhur, Ashar, dan Isya).

Dalil Qashar Shalat

  1. An-Nisa: 101
    • وَإِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَقۡصُرُواْ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنۡ خِفۡتُمۡ أَن يَفۡتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ‌ۚ إِنَّ ٱلۡكَـٰفِرِينَ كَانُواْ لَكُمۡ عَدُوًّ۬ا مُّبِينً۬ا
  2. Hadits-hadits mutawatir tentang Nabi صلی الله عليه وسلم meng-qashar shalat selama safar.
  3. Qashar atau tidak ?
    • Hanafi: wajib diambil.
    • Maliki: sunnah muakkadah.
    • Syafi’i: rukhshoh yang terbuka bagi setiap muslim untuk memilih.
    • Hambali: lebih baik dan utama untuk dilakukan. “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang mengerjakan rukhshoh-Nya seperti menyukai orang yang mengerjakan perintah wajib-Nya” HR Imam Ahmad.

Persyaratan dan Tata Cara Qashar Shalat

  1. Safar.
  2. Dilakukan setelah melewati batas-batas daerahnya.
  3. Boleh dilakukan selama seorang musafir tidak memiliki niat tinggal (muqim).
  4. Memiliki niat qashar.

Beberapa Hukum Safar

  1. Seorang musafir boleh berma’mum pada seorang muqim atau sebaliknya, muqim melengkapi raka’at shalatnya.
  2. Seorang yang meng-qashar shalat tidak boleh menjadi ma’mum pada orang yang tidak meng-qashar shalat (Syafi’i dan Hambali).
  3. Jika seorang kembali dari safar dan telah memasuki daerahnya, maka tidak lagi disebut musafir.