Tahun Kesedihan (Amul Huzni)

Wafatnya Abu Thalib

  • Ia wafat di bulan Rajab tahun 10 kenabian, 6 bulan setelah gagalnya pemboikotan dalam keadaan kafir.
  • Allah melarang Nabi صلی الله عليه وسلم mendoakan ampunan untuk Abu Thalib:
    • At-Taubah: 113
    • Al-Qashash: 56 إِنَّكَ لَا تَہۡدِى مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَہۡدِى مَن يَشَآءُ‌ۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
  • HR Bukhari: “Semoga saja syafa’atku bermanfaat baginya pada Hari Kiamat, lalu dia ditempatkan di neraka paling ringan yang (ketinggiannya) mencapai 2 mata kaki saja.
  • Siksaan kaum musyrikin semakin menjadi tatkala Abu Thalib wafat, sehingga Nabi صلی الله عليه وسلم berkata: “Tidak pernah aku mendapatkan suatu perlakuan yang tidak aku sukai dari Quraisy hingga Abu Thâlib wafat”.

    Wafatnya Khadijah رضي الله عنها

    • Ia wafat di bulan Ramadhan tahun 10 kenabian ketika Rasulullah صلی الله عليه وسلم berumur 50 tahun.
    • Dalam rangka mengenang Khadijah, Rasulullah صلی الله عليه وسلم sering bertutur: ”Dia telah beriman kepadaku saat manusia kufur kepadaku, dia membenarkanku di saat manusia mendustakan, dia berikan padahku hartanya di saat manusia menahannya, Allah mengkaruniaiku anak darinya sementara Dia tidak menganugrahkannya dari isteri yang lain”.

    Menikah dengan Saudah رضي الله عنها

    • Rasulullah صلی الله عليه وسلم menikah dengan Saudah binti Zam’ah pada bulan Syawwal tahun 10 kenabian.
    • Saudah termasuk wanita yang masuk Islam lebih dahulu dan ikut serta dalam hijrah kedua ke Habasyah.
    • Mantan suaminya bernama as-Sakran bin Amr.
    • Dia adalah wanita pertama yang dinikahi oleh beliau صلی الله عليه وسلم sepeninggal Khadijah, lalu setelah beberapa tahun berselang dia menghadiahkan “giliran” nya kepada ‘Aisyah رضي الله عنها.

    Ibrah Wafatnya Abu Thalib

    • Seandainya Abu Thalib berusia panjang mendampingi dan membela Rasulullah صلی الله عليه وسلم sampai tegakknya negara Islam di Madinah, dan selama itu Rasulullah صلی الله عليه وسلم dapat terhindar dari gangguan kaum musyrik, niscaya akan timbul kesan bahwa Abu Thalib adalah tokoh utama yang berada di balik layar dakwah ini. Dialah yang dengan kedudukannya dan pengaruhnya, seolah-olah memperjuangkan dan melindungi dakwah Islam, walaupun akhirnya tidak masuk islam.
    • Atau tentu muncul analisa panjang lebar yang menjelaskan “nasib baik“ yang diperoleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم pada saat melaksanakan dakwahnya lantaran pembelaan pamannya. Sementara nasib baik ini tidak diperoleh kaum Muslimin yang ada di sekitarnya.