Iman kepada Allah سبحانه وتعالى

Iman terhadap Rububiyyah Allah سبحانه وتعالى
  • Pencipta (الخالق)
  • Pemberi Rizqi (الرازق)
  • Pengatur (المدبر)
  • Penguasa (المالك)

Iman terhadap Uluhiyyah Allah سبحانه وتعالى

Yaitu meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya yang Haq untuk disembah.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

  • Na’budu diambil dari kata ‘ibadah: kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah سبحانه وتعالى, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan Allah سبحانه وتعالى mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
  • Nasta’in diambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
Iman terhadap Asma wa Sifat Allah سبحانه وتعالى

Tauhid asma wa sifat adalah menetapkan terhadap apa yang Allah سبحانه وتعالى tetapkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah سبحانه وتعالى yang sesuai dengan keagungan dan kemahasempurnaan Nya tanpa menyerupakan dengan makhluq (التمثيل), tanpa merubah atau menta’wilkan (التحريف), tanpa meniadakan (التعطيل), dan tanpa mempertanyakan “bagaimana” (التكييف).

Kaedah yang harus diperhatikan:

  1. Jangan memberi nama Allah selain yang ada dalam Al-Qur’an atau As-Sunnah.
  2. Jangan menyerupakan dengan makhluq apapun.
  3. Jangan menta’wilkannya.
  4. Jangan meniadakannya.
  5. Jangan mempertanyakan kaifiatnya (bagaimana hakekatnya).