RSS
 

Pembagian Waris untuk Ahli Fardlu dan Syarat-Syaratnya

25 May

Ahli fardlu yang berhak mendapat setengah (½) ada lima, yaitu:

1. زوج – syaratnya hanya satu, yaitu apabila tidak ada anak (ابن atau بنت dan seterusnya).

2. بنت – syaratnya dua:

  • Dia sendirian.
  • Tidak ada ابن.

3. بنت ابن – syaratnya tiga:

  • Dia sendirian.
  • Tidak ada anak yang lebih tinggi darinya (ابن dan بنت).
  • Tidak ada ibn ibn.

4. أخت شقيقة – syaratnya empat:

  • Dia sendirian.
  • Tidak ada أخ شقيق.
  • Tidak ada anak.
  • Tidak ada ushul laki-laki (أب dan seterusnya).

5. أخت لأب – syaratnya lima:

  • Dia sendirian.
  • Tidak ada أخ لأب.

Ahli fardlu yang berhak mendapat sepertiga (⅓) ada dua, yaitu:

1. أم – syaratnya dua:

  • Tidak ada anak.
  • Tidak ada ikhwah atau akhowat lebih dari satu.

2. أخ لأم atau أخ لأب – syaratnya tiga:

  • Lebih dari satu.
  • Tidak ada anak.
  • Tidak ada ushul laki-laki.

Ahli fardlu yang berhak mendapat seperempat (¼) ada dua, yaitu:

1. زوج – syaratnya bila ada anak.

2. زوجة – syaratnya bila tidak ada anak.

Ahli fardlu yang berhak mendapat seperdelapan (⅛) ada satu, yaitu:

1. زوجة – syaratnya bila ada anak.

Ahli fardlu yang berhak mendapat seperenam (1/6) ada tujuh, yaitu:

1. لأب – syaratnya bila ada anak.

2. أم – syaratnya dua:

  • Ada anak.
  • Ada ikhwah atau akhwat lebih dari satu.

3. أم لأب atau أم الأم – syaratnya bila tidak ada أم atau nenek yang lebih rendah darinya. Bila ada dua orang yang sederajat maka mereka bersekutu dalam seperenam.

4. بنت ابن – syaratnya dua:

  • Bila bersama بنت yang mendapat setengah. Bila بنت lebih dari satu, maka بنت ابن tidak mendapat apa-apa karena telah sempurna dua pertiga.
  • Tidak ada ابن ابن.

5. أبو ألأب – syaratnya dua:

  • Ada anak.
  • Tidak ada أب.

6. أخت لأب – syaratnya dua:

  • Bila bersama أخت شقيقة yang mendapat setengah.
  • Tidak ada أخ لأب.

7. أخ لأم atau أخت لأم – syaratnya tiga:

  • Dia sendirian.
  • Tidak ada anak.
  • Tidak ada ushul laki-laki.

Ahli fardlu yang berhak mendapat dua pertiga (2/3) ada empat, yaitu:

1. بنت – syaratnya dua:

  • Lebih dari satu.
  • Tidak ada ابن.

2. بنت ابن – syaratnya tiga:

  • Lebih dari satu.
  • Tidak ada ابن ابن.
  • Tidak ada anak yang lebih tinggi darinya (ابن dan بنت).

3. أخت شقيقة – syaratnya empat:

  • Lebih dari satu.
  • Tidak ada أخ شقيق.
  • Tidak ada anak.
  • Tidak ada ushul laki-laki.

4. أخت لأب – syaratnya lima:

  • Lebih dari satu.
  • Tidak ada أخ لأب.
  • Tidak ada أخ شقيق dan أخت شقيقة.
  • Tidak ada anak.
  • Tidak ada ushul laki-laki.

 

MASALAH GHORROWAN atau UMARIYYATAIN

Masalah ini terjadi pada masa Umar bin Khattab dan beliaulah yang pertama kalo memutuskannya, oleh karena itu dinisbatkan kepada beliau. Masalah ini terjadi apabila ahli waris terdiri dari Ibu (أم), Bapak (أب), Istri (زوجة), atau Suami (زوج). Bila yang meninggal Istri, maka untuk Suami setengah dan bila yang meninggal Suami maka untuk Istri seperempat, sisanya untuk Ibu dan Bapak dengan perhitungan laki-laki dua kali lipat wanita, namun kita ungkapkan dengan ungkapan Al Qur’an yaitu untuk Ibu ثلوث الباقي (sepertiga sisa) dan untuk Bapak sisanya.

 

Leave a Reply