Iman Kepada Malaikat Allah

Dalil-Dalil yang Mewajibkan

  1. Al Baqarah (2) : 97-98 “Jibril dan Mikail.”
  2. Al Baqarah (2) : 177 “iman kepada malaikat.”
  3. Al Baqarah (2) : 285 “iman kepada malaikat.”
  4. An Nisaa (4) : 136 “kafir kepada malaikat.”
  5. Hadits Jibril riwayat Muslim tentang kisah Handzholah.

Sifat & Tabiat Malaikat

  1. Malaikat bersayap (dua, tiga, dan empat), Fathir (35) : 1.
  2. Jibril memiliki 600 sayap, “Rasululllah صلی الله عليه وسلم melihat Jibril عليه السلام memiliki 600 sayap” (HR Muslim).
  3. Mampu menjelma jadi bermacam-macam rupa, Maryam (19) : 17 dan Hud (11) : 69-70. Serta hadits mengenai rukun Iman dan Islam.
  4. Tunduk & patuh.
  5. Berbakti secara sempurna.
  6. Mulia, suci dari kemaksiatan.
  7. Malu.
  8. Tidak memiliki hawa nafsu.
  9. Tidak berjenis kelamin.
  10. Tidak membutuhkan makan dan minum.
  11. Tidak membutuhkan istirahat.

Nama & Tugas Malaikat

  1. Malaikat Jibril عليه السلام, bertugas membawa wahyu kepada anbiya wal mursalin, Al Baqarah (2) : 97.
  2. Malaikat Mikail, bertugas hal yang berhubungan dengan alam seperti menurunkan hujan, melepaskan angin, dll, Al Baqarah (2) : 98.
  3. Malaikat Israfil, bertugas meniup sangkakala di hari kiamat dan hari berbangkit nanti, Az Zumar (39) : 68-70.
  4. Malaikat Maut, bertugas mencabut nyawa.
  5. Malaikat Raqib dan A’tid, bertugas mencatat amal perbuatan. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ini bukan nama melainkan sifat malaikat yaitu yang selalu hadir dan mengawasi.
  6. Malaikat Munkar dan Nakir, bertugas menanyai mayat di alam kubur.
  7. Malaikat Malik, bertugas memimpin malaikat penjaga neraka dan penyiksa penghuni neraka.
  8. Malaikat Ridhwan, bertugas memimpin malaikat penjaga dan pelayan surga.
  9. Malaikat yang bertugas memikul ‘Arsy.
  10. Malaikat yang bertugas mendoakan orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah segala dosa-dosanya, diberi ganjaran surga, dan dijaga dari segala keburukan, dan doa-doa lain.
  11. Mereka beribadah kepada Allah dengan bertasbih kepada-Nya siang dan malam tanpa rasa bosan atau terpaksa.

Manusia lebih mulia dari Malaikat ?

Jika manusia beriman dan taat kepada Allah عز وجل, maka ia lebih mulia dari Malaikat, karena:

  1. Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud (hormat) kepada Adam عليه السلام, Al Baqarah (2) : 34.
  2. Malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al-asma’ (nama-nama benda / ilmu pengetahuan), sedangkan Adam عليه السلام mampu karena memang diberi ilmu oleh Allah عز وجل, Al Baqarah (2) : 31-32.
  3. Kepatuhan malaikat kepada Allah karena memang sudah tabiatnya, sedangkan kepatuhan manusi kepada Allah melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan syetan.
  4. Manusia diberi tugas oleh Allah menjadi Khalifah di permukaan bumi, Al Baqarah (2) : 30.

Hikmah Iman kepada Malaikat

  1. Mengetahui keagungan Allah, kekuatan, dan kekuasaan-Nya.
  2. Syukur kepada Allah عز وجل.
  3. Cinta kepada Malaikat karena ibadah yang mereka lakukan kepada Allah عز وجل.
  4. Menumbuhkan rasa cinta kepada amal sholeh karena Malaikat selalu siap mencatat amal manusia.
  5. Menghindarkan manusia dari azab Allah عز وجل.
  6. Memperluas pandangan kita terhadap peraturan yang telah ditetapkan Allah di alam ini.
  7. Menjadikan kita selalu waspada sehingga tidak terperosok ke dalam maksiat.

 

JIN, IBLIS, & SYETAN

  1. Jin berasal dari kata جنّ (janna) = bersembunyi. Dinamai Jin karena tersembunyi dari pandangan manusia.
  2. Jin diciptakan dari api, Ar Rahman: 15.
  3. Jin diciptakan lebih dulu dari manusia.
  4. Jin berketurunan (beranak-pinak).
  5. Jin adalah mukallaf, ada yang beriman dan ada yang kafir.
  6. Jin membutuhkan makanan.
  7. Jin bisa melihat manusia, tetapi manusia tidak bisa melihat Jin.
  8. Jin bertempat tinggal utamanya di tempat yang sepi dari manusia.
  9. Khimar dan anjing bisa melihat Jin / Syetan.
  10. Setiap orang memiliki قرين (qorin) dari bangsa jin.

Macam-Macam Jin

  1. Jenis yang memiliki sayap dan terbang di udara.
  2. Jenis ular dan anjing.
  3. Jenis menetap dan berpindah-pindah.

Kemampuan Jin

  1. Bisa bergerak dan berpindah dengan cepat.
  2. Bisa terbang ke angkasa / langit.
  3. Ahli dalam bangunan (Jin pekerja untuk Nabi Sulaiman عليه السلام).
  4. Bisa melakukan penyerupaan.
  5. Jin / Syetan bisa masuk dan berjalan di aliran darah manusia.

Kelemahan Jin

  1.  Tidak mampu menguasai hamba Allah yang sholeh.
  2. Jin / Syetan takut kepada sebagian hamba Allah عز وجل (seperti Umar bin Khottob رضي الله عنه).
  3. Jin tunduk kepada Nabi Sulaiman عليه السلام.
  4. Tidak bisa mendatangkan mu’jizat atau yang semisalnya.
  5. Tidak mampu menyerupai Rasulullah صلی الله عليه وسلم dalam mimpi.
  6. Tidak mampu melewati batas-batas tertentu di angkasa.
  7. Tidak mampu membuka pintu yang ditutup dengan asma Allah.

IBLIS

  1. Iblis berasal dari kata أبلس (ablasa) = putus asa. Yaitu putus asa dari rahmat Allah عز وجل.
  2. Iblis adalah salah satu Jin yang kufur kepada Allah dan senantiasa mengajak kepada kekufuran dan kesesatan.

Kesimpulan tentang Iblis

  1. Iblis adalah dari bangsa Jin, diciptakan dari api.
  2. Dahulu Iblis tinggal bersama Malaikat, sebelum menentang Allah.
  3. Iblis menentang perintah Allah karena kesombongannya.
  4. Allah عز وجل mengutuk Iblis dan mencapnya sebagai makhluq kafir, dan ia diusir dari langit dan dijadikan musuh orang-orang yang beriman.
  5. Allah mengabulkan permintaan penangguhan Iblis hingga hari kiamat.
  6. Iblis bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya.
  7. Iblis memiliki keturunan dan pasukan untuk mengajak kepada kesesatan.
  8. Hanya orang-orang yang sholeh dan ikhlash yang terhindar dari kekuasaan Iblis.

SYETAN

  1. Syetan berasal dari kata شطن (syathona) = menjauh. Yaitu karena menjauh dari kebenaran.
  2. Syetan merupakan musuh para Nabi dan Rasul.
  3. Syetan bukan jenis, tetapi merupakan sifat karena ada Syetan dari bangsa Jin dan manusia.
  4. Syetan memiliki banyak langkah untuk menyesatkan manusia.
  5. Syetan bisa menguasai manusia dan menjadikannya lupa kepada Allah عز وجل.
  6. Orang-orang yang telah dikuasai syetan adalah pengikut syetan (Hizbus Syaithon).
  7. Syetan adalah wali / pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

Sasaran / Tujuan Syetan

  1. Menjerumuskan manusia kepada kesyirikan dan kekufuran.
  2. Menjerumuskan kepada dosa dan maksiat.
  3. Menjerumuskan kepada perbuatan bid’ah.
  4. Menghalangi berbuat ketaatan.
  5. Merusak pahala ketaatan.
  6. Menyakiti badan dan jiwa manusia.
  7. Syetan menyerang Rasulullah صلی الله عليه وسلم.
  8. Memberikan mimpi buruk atau menakutkan.
  9. Membakar rumah dengan api.
  10. Mengganggu manusia ketika mati.
  11. Menyakiti anak ketika lahir.
  12. Mendatangkan penyakit pada manusia.
  13. Ikut makan, minum, dan tinggal bersama manusia.
  14. Merasuki manusia.

Langkah-langkah Syetan

  1. Memperindah kebathilan.
  2. Berlebih-lebihan dan kebalikannya.
  3. Membuat orang malas dan menunda-nunda pekerjaan.
  4. Memberi janji dan iming-iming.
  5. Menampakkan sebagai pemberi nasehat.
  6. Bertahap dalam menyesatkan.
  7. Menjadikan orang lupa.
  8. Menakut-nakuti manusia.
  9. Menggoda manusia melalui sesuatu yang disukai oleh orang tersebut.
  10. Melontarkan syubhat-syubhat.
  11. Menggoda melalui kelemahan manusia.
  12. Menggoda melalui wanita dan cinta dunia.
  13. Menggoda melalui nyanyian dan musik.