Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Kitab-Kitab Samawi dalam Al Qur’an

  1. Shuhuf Ibrahim عليه السلام.
  2. Shuhuf Musa عليه السلام.
  3. Taurat (Musa عليه السلام).
  4. Zabur (Daud عليه السلام).
  5. Injil (Isa عليه السلام).
  6. Al Qur’an (Muhammad صلی الله عليه وسلم).

Tidak ada satu kitab suci pun yang berhak disebut kitab Allah sekarang ini selain dari kitab suci Al Qur’an karena:

  1. Tidak ada satu pun naskah asli yang terpelihara sampai sekarang.
  2. Kitab-kitab suci tersebut sudah tercampur dengan ucapan atau pendapat manusia.
  3. Kitab perjanjian lama dibukukan beberapa abad setelah Nabi Musa عليه السلام meninggal. Sedangkan kitab perjanjian baru beberapa abad setelah Nabi Isa عليه السلام diangkat oleh Allah.
  4. Terdapat pertentangan antara bagian yang satu dengan yang lain dari kitab-kitab suci tersebut.
  5. Terdapat pelajaran yang bathil tentang Allah dan Rasul-Nya.

Penyimpangan Kitab Suci Terdahulu

  1. Telah berubah lafadzh dan makna-nya.
  2. Telah dita’wil dan ditambah.
  3. Menyembunyikan kebenaran.

Fungsi Al Qur’an terhadap Kitab Suci Terdahulu

  1. Nasikh, menghapus baik lafadzh maupun hukumnya.
  2. Muhaymin, koreksi terhadap kebenarannya.
  3. Mushoddiq, Menguatkan kebenarannya.

Keistimewaan Al Qur’an

  1. Universal, dimanapun kapanpun.
  2. Mencakup seluruh aspek kehidupan.
  3. Mendapat jaminan pemeliharaan dari Allah عز وجل.
  4. Allah menjadikan Al Qur’an mudah untuk difahami dan dihafal.
  5. Al Qur’an berfungsi sebagai Nasikh, Muhaymin, dan Mushoddiq bagi kitab-kitab sebelumnya.
  6. Al Qur’an adalah mu’jizat Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم.

Hikmah Beriman pada Kitab-Kitab Allah

  1. Mengetahui perhatian Allah terhadap hamba-hamba Nya sehingga menurunkan kitab yang menjadi hidayah.
  2. Mengetahui hikmah Allah dalam syara’ atau hukumnya sehingga menetapkan hukum sesuai tabiat dan keadaan setiap umat.
  3. Meyakinkan kita bahwa Islam adalah risalah seluruh Nabi dan Rasul.
  4. Menyadarkan kita akan kasih sayang Allah.