Dakwah Jahriyyah (Tahapan 2)

Perintah Dakwah Jahriyyah

  • Beliau صلی الله عليه وسلم diantarkan oleh Khodijah kepada Waroqoh bin Naufal (Nasrani)
  • Setelah 3 tahun kosong turun surat Al-Muddatstsir (1-5)
    • Hai orang yang berkemul (berselimut),
    • Bangunlah, lalu berilah peringatan!
    • Dan Tuhanmu agungkanlah!
    • Dan pakaianmu bersihkanlah
    • Dan perbuatan dosa tinggalkanlah
  • Kemudian surat Al-Hijr : 94
    • فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
    • “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”
  • Tentang SHOLAT, Al Mu’min : 55
    • وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
    • “… dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi”
  • Asy Syu’araa’ : 214 – 215
    • وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
    • وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِين
    • Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (214) dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (215)
  • Nabi mengumpulkan manusia di bukit Shofa, beberapa kaum Quraisy beserta Abu Lahab mencaci sehingga turun surat Al-Lahab


Penolakan Musyrikin Quraisy

  • Kesaksian al-Walid bin al-Mughirah
    • “Tidak! Demi Allah dia bukanlah seorang dukun. Kita telah melihat bagaimana kondisi para dukun sedangkan yang dikatakannya bukan seperti komat-kamit ataupun sajak (mantera-mantera) para dukun”
    • “Tidak! Demi Allah! dia bukan seorang yang gila. Kita telah mengetahui esensi gila dan telah mengenalnya sedangkan yang dikatakannya bukan dalam kategori ketercekikan, kerasukan ataupun was-was sebagaimana kondisi kegilaan tersebut”
    • “Dia bukan seorang Penya’ir. Kita telah mengenal semua bentuk sya’ir; rajaz, hazaj, qaridh, maqbudh dan mabsuth-nya sedangkan yang dikatakannya bukanlah sya’ir”
    • “Dia bukanlah seorang Tukang sihir. Kita telah melihat para tukang sihir dan jenis-jenis sihir mereka sedangkan yang dikatakannya bukanlah jenis nafts (hembusan) ataupun ‘uqad (buhul-buhul) mereka”
    • “Demi Allah! sesungguhnya ucapan yang dikatakannya itu amatlah manis dan mengandung sihir (saking indahnya). Akarnya ibarat tandan anggur dan cabangnya ibarat pohon yang rindang. Tidaklah kalian merangkai sesuatupun sepertinya melainkan akan diketahui kebathilannya. Sesungguhnya, pendapat yang lebih dekat mengenai dirinya adalah dengan mengatakan bahwa dia seorang Tukang sihir yang mengarang suatu ucapan berupa sihir yang mampu memisahkan antara seseorang dengan bapaknya, saudaranya dan isterinya. Mereka semua menjadi terpisah lantaran hal itu”
  • Allah Ta’ala menurunkan enam belas ayat dari surat al-Muddatstsir, yaitu dari ayat 11 hingga ayat 26


Penindasan Musyrikin Quraisy

  • ‘Utsman bin ‘Affan digulung oleh pamannya ke dalam tikar yang terbuat dari daun-daun kurma, kemudian diasapi dari bawahnya
  • Mush’ab bin ‘Umair, manakala ibundanya mengetahui keislamannya, membiarkan dirinya kelaparan dan mengusirnya dari rumah padahal sebelumnya dia termasuk orang yang hidup berkecukupan
  • Shuhaib bin Sinan ar-Rumy disiksa hingga kehilangan ingatan dan tidak memahami apa yang dibicarakannya sendiri
  • Bilal, maula Umayyah bin Khalaf al-Jumahi dibawa keluar pada hari yang suhunya sangat panas, kemudian dibuang ke Bathha’ (tanah lapang berkerikil) Mekkah. Setelah itu, ia ditindih dengan batu besar dan ditaruh ke atas dadanya
  • ‘Ammar bin Yasir maula Bani Makhzum sekeluarga radhiallaahu ‘anhum dianiaya di al-Abthah pada udara yang sangat panas dan menyengat. Yasir, ayahnya meninggal dunia dalam siksaan tersebut sedangkan ibunya, Sumayyah ditusuk oleh Abu Jahal dari arah qubulnya dengan tombak dan meninggal dunia seketika. Dialah syahidah (wanita yang mati syahid) pertama dalam Islam
  • Abu Fakihah – namanya Aflah – seorang maula Bani ‘Abdi ad-Daar mukanya dijerembabkan oleh kaum Musyrikin ke tanah yang melepuh oleh terik matahari, kemudian diletakkan diatas punggungnya sebuah batu besar hingga dia tak dapat bergerak lagi. Dia dibiarkan dalam keadaan demikian hingga hilang ingatan. Suatu kali, mereka mengikat kakinya dengan tali, lalu menyeretnya dan melemparkannya ke tanah yang melepuh oleh terik matahari seperti yang dilakukan terhadapnya sebelumnya, kemudian mencekiknya hingga mereka mengira dia telah mati. Saat itu, Abu Bakar melewatinya lalu membeli dan memerdekakannya karena Allah Ta’ala
  • Khabbab bin al-Aratt, maula Ummi Anmaar binti Siba’ al-Khuza’iyyah disiksa oleh kaum Musyrikin dengan aneka siksaan; rambutnya mereka jambak dengan keras sekali, lehernya mereka betot dengan kasar lalu melemparkannya ke dalam api yang membara kemudian –dalam kondisi demikian- jasadnya mereka tarik sehingga api itu terpadamkan oleh lemak yang meleleh dari punggungnya